Sabtu, 13 Juni 2026

Dusta Di Balik Janji Masyarakat Desa Atep Oki Tuntut Pertanggungjawaban Kepala Desa

Adhyaksanews. -- -- Atep Oki. Di tengah keindahan alam Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara masyarakat mulai bersuara. Di tengah kekeringan yang melanda, banyak warga yang harus mengambil air dari sungai, menandakan masalah serius dalam penyediaan air bersih di desa ini. Keluhan demi keluhan mengalir mengenai infrastruktur dan bantuan sosial yang tak kunjung hadir, menghasilakan keresahan dan tuntutan dari warga.

Kepala Desa Jeril Lompoliu menjadi sorotan utama setelah laporan mengenai perbaikan jalan usaha tani sepanjang empat ribu meter yang diduga fiktif. Warga, bersama Wakil Ketua BPD, mengungkapkan bahwa informasi terkait perbaikan tersebut tampaknya hanya sebuah kabar angin. “Kami akan meminta pertanggungjawaban, karena kami tidak ingin berdiam diri melihat kondisi ini,” tegas Wakil BPD kepada awak media, menambahkan bahwa sejumlah warga berencana untuk melaporkan masalah ini kepada pihak yang lebih tinggi.


Dukungan untuk transparansi pun muncul seiring dengan isu Bantuan Langsung Tunai (BLT) 2024, di mana dari kuota 25 orang yang berhak, hanya 15 orang yang benar-benar menerima bantuan. "Kami merasa dibohongi,” ungkapnya. 

Dengan semangat perjuangan yang tak padam, warga Desa Atep Oki siap bersaksi dan membawa suara mereka ke atas, mengharapkan keadilan dan perbaikan nyata. Kepala Desa Jeril Lompoliu yang dihubungi melalui telepon seluler pada hari Selasa, 24 Juni 2025, belum memberikan tanggapan terkait keseriusan masalah ini. 


Desa ini kini menantikan langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya. Apakah masalah ini akan segera teratasi? Hanya waktu yang akan menjawab. 

Penulis : Aril Moningka | Editor : Tya