Manado, Adhyaksanews. -- --Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Utara I, Ir. Sugeng Harianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman abrasi dan perubahan garis wilayah. Menurutnya, abrasi yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan perubahan batas serta luas wilayah negara.Jumat (19/12/2025).
Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Kementerian Pertahanan serta Gubernur Sulawesi Utara yang telah disampaikan dalam berbagai kesempatan. Selain fokus pada perlindungan wilayah negara, pemerintah juga terus mendorong pelaksanaan sejumlah program strategis, khususnya dalam upaya pengendalian banjir di Kota Manado.
Salah satu program yang telah memberikan dampak signifikan adalah pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan. Keberadaan bendungan ini dinilai berhasil mengurangi risiko banjir di Kota Manado. Saat ini, terdapat sedikitnya enam sungai yang bermuara ke wilayah Manado, namun kapasitas pengendalian banjir yang optimal baru tersedia di Sungai Tondano.
Pada awal tahun ini, pemerintah juga telah menganggarkan pembangunan bendungan tambahan di wilayah Sawangan, tepatnya di Sungai Tikala, sebagai bagian dari strategi lanjutan pengendalian banjir. Namun, pelaksanaan proyek tersebut masih menunggu penyelesaian sejumlah kendala teknis.
Selain pembangunan bendungan, beberapa program strategis lainnya juga belum dapat dilaksanakan secara maksimal.
Salah satu kendala utama adalah proses pembebasan lahan, seperti pada rencana pembangunan Pasar Abadi yang hingga memasuki tahun ketiga belum juga rampung.
Menurut Sugeng, proses pembebasan lahan merupakan tahapan yang sangat sensitif dan membutuhkan kehati-hatian, terutama dalam hal verifikasi, identifikasi kepemilikan, serta administrasi pertanahan.
Pemerintah memastikan proses tersebut masih berjalan dan berada dalam pengawasan instansi terkait, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Dalam waktu dekat, pembayaran lahan diharapkan dapat direalisasikan setelah pengumuman daftar nominatif diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan pengendalian banjir sebelumnya menjadi bukti nyata efektivitas infrastruktur yang telah dibangun.
Pada awal tahun lalu, saat hujan berintensitas tinggi melanda Manado dengan volume hampir setara kejadian banjir besar tahun 2014, pemerintah berhasil menahan sekitar 7 juta meter kubik air, sehingga mampu mencegah terjadinya banjir besar di sejumlah wilayah kota.
Pemerintah menegaskan akan terus melanjutkan program pengendalian banjir dan perlindungan wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat serta mempertahankan keutuhan NKRI. (Debby)
| Editor : Koni Setiadi