Adhyaksanews. -- --Statement bertumbuhnya sentimen negatif terhadap DPRD Sitaro khususnya Pansus muncul di tengah-tengah masyarakat korban Erupsi Gunung Ruang. Setelah Fungsi Anggaran dari tugas DPRD, tidak mampu menghambat pergerakan Pemda Sitaro atas isu penolakan anggaran, kini Fungsi Lembaga Pengawasan DPRD Sitaro ini kembali jadi sorotan. Terbentuknya Pansus sebagai inisiasi DPRD Sitaro sepertinya beralih fungsi dari pengawasan menjadi penghambat bagi kepentingan masyarakat Korban Erupsi Gunung Ruang untuk penyaluran pencairan bantuan termin kedua. 
Lembaga yang berfungsi sebagai Pengawas atas Kebijakan Pemerintah menjadi seakan berubah fungsi sebagai Institusi atau Lembaga Peradilan. Mengapa demikian? Berawal dari Rapat Dengar Pendapat antara Pansus dan Pemda Sitaro dalam hal ini BPBD Sitaro. Penekanan yang di tetapkan Panwas terhadap BPBD seakan-akan harus menentukan sistem penyaluran Termin Kedua pada aturan yang di inginkan dan di tetapkan oleh Pansus. Ini jelas akan merobah mekanisme Juklak BNPB dan Juknis yang sudah di tetapkan.
Fokus DPRD Sitaro dalam hal ini Pansus, seharusnya mengawasi aturan yang sudah di tetapkan bukan ingin mengubah kebijakan Nasional lewat Juklak BNPB. Ujung-ujungnya masyarakat yang jadi korban. Persoalan inipun mengubah paradigma masyarakat menjadi skeptis terhadap manfaat pembentukan Pansus DPRD Sitaro. Seakan tak ada fungsi dan tak berdaya guna. Pada akhirnya sentimen negatif muncul terhadap kinerja Pansus sehingga masyarakat awampun bisa menilai mana yang bermanfaat mana yang tidak.
Menanggapi opini liar yang spekulatif dan beraroma hasutan di salah satu grup platform facebook SITARO NEW yang mengingini Pemda Sitaro mencairkan termin kedua dengan uang tunai, seperti komentar yang tidak masuk di akal dan tidak tahu regulasi. Pernyataan yang mengatasnamakan Pansus seakan menggiring pandangan masyarakat khususnya yang terdampak Bencana Erupsi Gunung Ruang untuk memojokkan dan menyalahkan kebijakan Pemda Siatro. Dari pernyataan ini seakan menggambarkan dan menginformasikan kepada masyarakat Sitaro ada bentukan Pansus bayangan di DPRD Sitaro.
Masyarakat Sitaro khususnya yang terdampak Erupsi Bencana Gunung Ruang sekarang lebih bijak dan pintar menganalisa serta menanggapi setiap persoalan elite politik. Realita yang akhirnya terjawab dengan pertemuan langsung antara masyarakat dengan Bupati yang menjadi kebanggaan masyarakat Sitaro CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM di Tagulandang 22 Oktober yang lalu, memupuskan pandangan pesimistis terhadap penilaian kinerja Pemda Sitaro. Dalam pertemuan tersebut dihadapan masyakarat Bupati berkomunikasi langsung untuk memberi bukti mekanisme penyaluran yang benar sesuai aturan BNPB. Dan pada akhirnya masyarakat teredukasi dengan informasi dan komunikasi yang di lakukan oleh Pemda Sitaro lewat kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat Sitaro.
Stop Hoaaks di Sitaro!
MAJU SITARO MASADADA!
Penulis : Everly Toembio | Editor : Koni Setiadi