Senin, 15 Juni 2026

MATA, LISAN, DAN HATI

Teuku Husaini Teuku Husaini

                MATA, LISAN, DAN HATI

Penulis: TEUKU HUSAINI 

Adhyaksanews. -- --

Mata yang terindah

bukan yang memikat cahaya,

tetapi yang mampu menundukkan pandang

dan melihat kebaikan

di balik cela manusia.

Ia memandang tanpa mencela,

menilai tanpa menghakimi,

sebab ia tahu

Allah lebih dahulu menutup aib

daripada membuka dosa.

Mulut yang terindah

bukan yang lantang bersuara,

melainkan yang gemetar takut menyakiti.

Ia belajar berkata baik,

atau memilih diam sebagai zikir,

karena satu kata

dapat mengantar ke surga

atau menjerumuskan ke neraka.

Hati yang terindah

adalah hati yang berprasangka baik,

yang bersih dari curiga

dan lapang menerima takdir.

Ia berserah,

meyakini bahwa segala luka

adalah cara Allah

mendewasakan iman.

Gugurnya bunga karena layu,

seindah apa pun dunia

tetap akan luruh.

Gugurnya iman karena nafsu,

saat manusia lupa

siapa yang harus dituju.

Gugurnya cinta karena cemburu,

ketika ego mengalahkan sabar.

Dan gugurnya dusta karena tobat,

saat air mata lebih jujur

dari seribu pembelaan.

Ya Allah,

hiasilah kami

dengan mata yang jernih,

lisan yang santun,

dan hati yang hidup,

agar saat kami gugur nanti,

kami gugur

dalam pelukan rahmat-Mu Ya Allah 

Aamiin.

| Editor : Koni Setiadi