MATA, LISAN, DAN HATI
Penulis: TEUKU HUSAINI
Adhyaksanews. -- --
Mata yang terindah
bukan yang memikat cahaya,
tetapi yang mampu menundukkan pandang
dan melihat kebaikan
di balik cela manusia.
Ia memandang tanpa mencela,
menilai tanpa menghakimi,
sebab ia tahu
Allah lebih dahulu menutup aib
daripada membuka dosa.
Mulut yang terindah
bukan yang lantang bersuara,
melainkan yang gemetar takut menyakiti.
Ia belajar berkata baik,
atau memilih diam sebagai zikir,
karena satu kata
dapat mengantar ke surga
atau menjerumuskan ke neraka.
Hati yang terindah
adalah hati yang berprasangka baik,
yang bersih dari curiga
dan lapang menerima takdir.
Ia berserah,
meyakini bahwa segala luka
adalah cara Allah
mendewasakan iman.
Gugurnya bunga karena layu,
seindah apa pun dunia
tetap akan luruh.
Gugurnya iman karena nafsu,
saat manusia lupa
siapa yang harus dituju.
Gugurnya cinta karena cemburu,
ketika ego mengalahkan sabar.
Dan gugurnya dusta karena tobat,
saat air mata lebih jujur
dari seribu pembelaan.
Ya Allah,
hiasilah kami
dengan mata yang jernih,
lisan yang santun,
dan hati yang hidup,
agar saat kami gugur nanti,
kami gugur
dalam pelukan rahmat-Mu Ya Allah
Aamiin.
| Editor : Koni Setiadi