Adhyaksanews. -- -- Bolmut – Pemandangan yang tidak layak terlihat di Desa Olot, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara. Pemerintah Desa (Pemdes) setempat diduga tidak menghormati simbol negara dengan mengibarkan Bendera Merah Putih dalam kondisi sobek dan kusam. Tindakan ini menuai perhatian publik yang menganggap sebagai bentuk dugaan pelecehan terhadap lambang kedaulatan negara.
Kondisi tersebut ditemukan oleh awak media pada Kamis, 17 April 2025. Di halaman kantor Pemdes Olot, terlihat Bendera Merah Putih berkibar dalam keadaan rusak—sobek dan tampak lusuh. Padahal, bendera merupakan simbol negara yang wajib dijaga kehormatannya dan tidak boleh dalam kondisi rusak saat dikibarkan.
Insiden ini memunculkan pertanyaan besar terkait pemahaman dan kepatuhan aparatur desa terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur penggunaan bendera negara. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, Pasal 24 huruf c menyatakan bahwa "Setiap orang dilarang mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam." Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketidakpatuhan ini mencerminkan kurangnya kesadaran terhadap nilai-nilai nasionalisme dan penghormatan terhadap simbol negara. Pemerintah Kabupaten Bolmut diharapkan segera mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang, serta memberikan edukasi kepada pemerintah desa mengenai pentingnya merawat dan menghormati simbol negara.
Sebagai institusi pemerintahan di tingkat desa, Pemdes seharusnya menjadi contoh dalam menegakkan etika dan aturan kenegaraan, termasuk dalam hal penghormatan terhadap Bendera Merah Putih.
Sangadi/Kepala Desa Desa Olot Jamal Latodjo saat di konfirmasi awak media terkait bendera merah putih berkibar dalam keadaan sobek dan kuas. " Iya..pak saya mohon maaf atas kalalaian teman-teman perangkat desa khususnya yg Piket kemarin🙏🏻alasan piket kemarin bendera yg msh bagus dibawa utk dicuci sama piket sebelumnya sementara yg ada hanya itu tapi tetap dia pasang pak kasi naik🙏🏻
kebetulan jg saya dan kaur keuangan kemarin berada di KPP PRATAMA KTG, jadi tdk terpantau lagi pak🙏🏻 Hal ini akan menjadi perhatian dan saya tindaklanjuti pak, sekali lagi saya mohon maaf🙏🏻".
Penulis : Atar | Editor : Tya