Senin, 15 Juni 2026

Peristiwa Kematian EVIA MARIA MANGOLO Mahasiswi PGSD Universitas Negeri Manado (UNIMA) Tomohon Catatan Kelam Dunia Pendidikan Indonesia

Adhyaksanews. -- --Kematian EVIA MARIA MANGOLO mungkin menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi dunia Pendidikan Indonesia lebih khusus di Sulawesi Utara. Sungguh tragis, mahasiswi PGSD Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang ada di Tomohon ini di temukan meninggal dengan cara gantung diri di salah rumah kost yang di tempati nya di kota Tomohon. Dugaan kuat Kepergian mahasiswi semester akhir asal Kabupaten Sitaro ini mengalami tekanan psikologis berat akibat pelecehan seksual terhadap dirinya oleh salah satu dosen UNIMA yang berinisial DM.

Dasar bukti kuat adanya tindakan pelecehan seksual terhadap korban adalah dengan di temukannya catatan curhatan isi hati korban dan isi percakapan tidak senonoh via chatingan WhatsApp dari oknum dosen DM terhadap korban EVIA MARIA MANGOLO, yang ada di ponsel milik korban. Seharusnya tindakan ini tidak pantas dilakukan oleh figur seorang pendidik, yang seharusnya menjadi teladan di Universitas Negeri Manado (UNIMA).   

Sebuah catatan kelam bagi dunia pendidikan akademi di Sulawesi Utara khususnya yang berhubungan dengan nama baik lembaga pendidikan Universitas Negeri Manado (UNIMA). Marwa pendidikan di daerah nyiur melambai seperti tercabik-cabik oleh oknum pendidik bermental bejat dan tak bermoral yang seharusnya mengayomi filosofi "Sitou Timou Tumou Tou", "Manusia Hidup Untuk memanusiakan/menghidupi orang Lain" pandangan ini menekankan bahwa manusia sejati hidup bukan untuk dirinya sendiri,melainkan untuk mendidik, memberdayakan serta memuliakan sesama manusia. Bukan di manfaatkan untuk eksploitasi seksual.

Peristiwa ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk melakukan bersih-bersih dan peningatan moral para pendidik untuk dunia pendidikan akademi terutama di Universitas Negeri Manado (UNIMA). 

Bagi masyarakat Sulawesi Utara persoalan ini sudah terlanjur menjadi perhatian publik. Semua pihak berharap peristiwa ini harus di lanjutkan keranah hukum. Keberatan keluarga korban terhadap perlakuan oknum dosen berinisial DM yang di jadikan laporan dengan bukti-bukti yang di jadikan dasar hukum ke pihak Polda Sulut pada hari kemarin harus di kawal ketat oleh semua pihak. 

Pemerintah Kabupaten Sitaro yang dalam hal ini Bupati Chintya Inggrid Kalangit, SKM, mengapresiasi usaha melalui jalur hukum oleh keluarga EVIA MARIA MANGOLO "Ini harus menjadi perhatian khusus kita semua. Mari kita kawal sampai persoalan ini benar-benar di tangani secara hukum sampai menemukan titik terang" Bupati yang di juluki Srikandi dari Nusa Utara ini berharap langkah awal pihak Universitas Negeri Manado (UNIMA) segera mengambil langkah serius untuk menangani persoalan ini dan menindak lanjuti kasus ini dengan transparan, adil dan tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Salah satu tokoh masyarakat Sitaro Edy Bogar juga memberi pernyataan kepada Adhyaksa News, "Persoalan ini bukan cuma menjadi persoalan Keluarga korban EVIA MARIA MANGOLO namun harus kita jadikan persoalan semua pihak, karna ini juga menyangkut harga diri masyarakat Sitaro bila perlu persoalan ini harus kita jadikan persoalan nasional. Sehingga semua pihak di negeri ini terutama dunia akademi benar-benar membenahi sistem pendidikan tinggi lewat akademi terutama pembentukan moral para pendidik"

"Kita masyarakat Sitaro harus berusaha mengantisipasi supaya tidak ada lagi EVIA MARIA MANGOLO yang lain, yang akan menjadi korban di kemudian hari. Kita harus memperhatikan dunia pendidikan anak-anak Sitaro supaya mendapat perhatian khusus. Bila perlu kita masyarakat Sitaro harus mengusulkan Pemerintah Kabupaten Sitaro untuk mengadakan kelas jauh buat Pendidikan akademi di Kabupaten Sitaro, supaya anak-anak Sitaro mendapat prioritas pendidikan akademi di daerah sendiri" demikianlah pernyataan lelaki yang sering di sapa Panglima ini kepada Adhyaksa News.(Everly Tumbio) 

| Editor : Koni Setiadi