Adhyaksanews. -- -- Sulawesi Utara. Lebih lanjut, Gubernur juga mengingatkan bahwa dendam politik tidak boleh merusak profesionalitas pemerintahan.
“Saya minta di kabupaten/kota jangan ada dendam. Negara kita mau jadi apa kalau kita sibuk balas dendam?” ujarnya.
Ia pun meminta Sekretaris Provinsi (Sekprov) dan seluruh pimpinan daerah untuk memastikan harmoni di lingkungan kerja agar ASN bisa bekerja dengan tenang dan maksimal.
Pj. Bupati Talaud, Dr. Fransiscus E. Manumpil, tampaknya benar-benar mengadopsi gaya kepemimpinan Mayjen (Purn) Yulius Selvanus. Denny Waelan yang telah melakukan penelitian langsung di Talaud menyimpulkan bahwa Manumpil menolak menggunakan kekuasaannya untuk melakukan pencopotan jabatan berdasarkan kepentingan politik.
“Manumpil menunjukkan bahwa ia bukan bupati yang mudah diintervensi. Sama seperti Gubernur, ia menjaga profesionalitas birokrasi di Talaud dengan tetap mempertahankan pejabat yang kompeten, tanpa terpengaruh tekanan politik,” ujar Denny Waelan.
Tak hanya itu, Manumpil juga memastikan bahwa ASN di Talaud diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kinerja terbaik mereka.

“Yang dilakukan Manumpil sangat mirip dengan kebijakan gubernur. Ia memberi peluang yang sama bagi ASN agar bisa berlomba-lomba meningkatkan profesionalitas kerja. Ini adalah kepemimpinan yang modern dan berkualitas,” tambah Denny.
Apa yang dilakukan oleh Pj. Bupati Talaud Dr. Fransiscus E. Manumpil mencerminkan bahwa kepemimpinan yang tegas, profesional, dan anti-intervensi politik bukan hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar diterapkan.
Dengan meniru gaya kepemimpinan Gubernur Sulut, Manumpil telah menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak harus tunduk pada tekanan politik, tetapi harus berdiri teguh dalam menjaga keadilan dan profesionalitas birokrasi.
Penulis : DANDY. D. A | Editor : Tya