Senin, 15 Juni 2026

Publik Soroti Kondisi Bagian Selasar Retak Di Puskesmas Bohabak, Dinilai Membahayakan

Adhyaksanews. -- --Kondisi bangunan Puskesmas Bohabak di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, mendapat sorotan tajam dari publik. Pasalnya, Selasar pada salah satu bagian bangunan puskesmas tersebut terlihat mengalami keretakan serius.

Keretakan itu dinilai membahayakan, mengingat Puskesmas Bohabak merupakan fasilitas kesehatan yang setiap hari melayani masyarakat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko bagi pasien, tenaga medis, maupun masyarakat yang datang berobat.

Sejumlah warga mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek pembangunan maupun perawatan fasilitas kesehatan tersebut. Mereka menilai lemahnya pengawasan dari instansi terkait menjadi salah satu penyebab munculnya masalah pada infrastruktur vital ini.

Menurut aturan teknis konstruksi, terutama pada bangunan publik seperti fasilitas kesehatan, standar keamanan struktur harus menjadi prioritas. Selasar merupakan bagian penting yang menopang kekuatan dinding dan atap. Jika mengalami keretakan, kekokohan bangunan otomatis terancam.

Publik berharap pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan pihak terkait segera melakukan inspeksi mendalam serta langkah perbaikan. Masalah ini bukan sekadar soal fisik bangunan, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat yang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan aman dan nyaman.

Kepala Puskesmas Bohabak Mukhlis Kohongia, saat dikonfirmasi awak media terkait Selasar membenarkan sudah mengalami kerusakan. "resiko juga sebenarnya, nyanda minta -minta kage ada orang lewat konk jatuh. Sempat mo usulkan untuk rehap cuman belum ada realisasi kemungkinan tau depan". Jelasnya.

Sementara itu pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melalui Yosefus Kristiawan.

"Beberapa fasilitas memang sudah masuk prioritas untuk perbaikan di tahun depan termasuk selasar, karena memang tahun ini belum ada anggaran yg di post untuk perbaikan2 sarpras mengingat ada efisiensi dan juga keterbatasan dalam anggaran". Ucapnya. 

(Atar) 

| Editor : Koni Setiadi