Wamena, Adhyaksanews. -- -- Gelaran Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua Pegunungan menuai polemik. Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), unsur Cipayung, serta dua bakal calon ketua menyatakan mencabut dukungan dan menyerahkan Mosi Tidak Percaya terhadap DPP KNPI versi Mohammad Ryano Panjaitan.
Aksi penyerahan surat pernyataan itu dilakukan langsung di hadapan perwakilan DPP KNPI Pusat di Hotel Sartika, Wamena, pada Rabu (12/11/2025) pukul 16.35 WIT.
Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di lokasi, para perwakilan OKP dan bakal calon menilai pelaksanaan Rapim dan Musda yang digelar DPD I KNPI Papua Pegunungan melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) KNPI. Mereka juga menilai proses tersebut tidak sesuai dengan hasil Kongres XVI DPP KNPI yang digelar pada 8–10 April 2022 di Jakarta.
“Kami ingin menanamkan warisan (legacy) yang baik bagi pemuda Papua Pegunungan. Jika proses kaderisasi dilaksanakan tanpa mematuhi AD/ART dan PO organisasi, maka kepemimpinan di tubuh KNPI akan mati,” tegas perwakilan peserta dalam pernyataan sikapnya.
Lebih lanjut, kelompok yang menyatakan mosi tidak percaya itu juga menegaskan penarikan seluruh rekomendasi dan surat mandat yang sebelumnya telah mereka berikan kepada panitia penyelenggara. Mereka menolak ikut serta dalam seluruh proses Rapimda dan Musda yang dianggap tidak sah.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hasil keputusan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) nantinya dianggap cacat hukum, karena dinilai tidak berlandaskan pada peraturan organisasi yang sah.
“Dengan demikian, apapun hasil yang akan diputuskan oleh SC dan OC merupakan cacat hukum berdasarkan kelalaian terhadap peraturan organisasi, AD/ART, serta hasil keputusan Kongres XVI DPP KNPI,” bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh sejumlah anggota DPD I KNPI Provinsi Papua.
Aksi ini menambah daftar panjang dinamika internal KNPI yang masih menghadapi dualisme kepemimpinan di tingkat pusat, yang berimbas hingga ke daerah.
Salam Pemuda!
Penulis: YP
| Editor : Koni Setiadi