Sabtu, 13 Juni 2026

Sang Srikandi: Kreator Visioner Kabupaten SITARO MASADADA Menuju Modernisasi Dan Digitalisasi Birokrasi

Adhyaksanews. -- --Kabupaten Sitaro berdiri pada tahun 2007. Tiga tahun mengalami masa pemerintahan transisi sejak 2007 hingga 2009. Memasuki fase dalam sistem demokrasi di Pilkada 2009, yang kepala daerahnya di pilih langsung oleh rakyat. Era terbentuknya embrio pemerintahan definitif. Kemudian menjadi catatan historis lahirnya salah satu kabupaten di nusa utara yang berbatasan langsung dengan negara Filipina dan menjadikannya salah satu kabupaten istimewa di ujung utara Indonesia. Lebih di kenal dgn sebutan Bumi Karangetang, Mandolokang, Kolo-Kolo di negeri 47 pulau.

Namun tidak bisa di pungkiri di periode ke-4 sejak pilkada 2009 di langsungkan Kabupaten Kepulauan Sitaro sangatlah membutuhkan pemimpin atau kepala daerah yang mampu membawa perubahan dalam sistem pemerintahan yang fokus dan berorientasi pada masa depan untuk memajukan daerahnya (future-oriented goverment). Sitaro sedang membutuhkan ciri pemimpin visioner, yang dapat menunjukan kemampuan dalam bentuk ide-ide cemerlang dengan cara berpikir yang kreatif dan inovatif, sehingga mampu menginspirasi dan memotivasi garisan kepemimpinannya dari atas sampai kalangan bawahan. Sistem yang akan terus bergerak membangunan sebuah kolaborasi birokrasi yang mampu beradaptasi dalam pergerakan dan perkembangan zaman. 

Terpilihnya CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM menjadi Bupati di kabupaten kepulauan Sitaro periode 2025 - 2030, membawa angin segar pada sistem pemerintahan di kabupaten kepulauan Sitaro. Melangkah dengan slogan: Sitaro MASADA (Maju, Sejahtera, Damai dan Dahsyat), membawa misi untuk menjadikan Sitaro mampu berdaya saing di era global menuju Indonesia Emas demi kesejahteraan masyarakat Sitaro. 

Memasuki 7 bulan masa pemerintahan Kabupaten Sitaro sejak di lantik oleh presiden Prabowo pada tanggal 20 Februari 2025 Bupati CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM atau yang lebih dikenal dengan SRIKANDI dari Nusa Utara telah banyak melakukan perubahan dalam sistem pemerintahannya. Menjalankan amanah dan kepercayaan yang di berikan masyarakat Sitaro lewat penyusunan program - program unggulan yang menyentuh dan pro rakyat. 

Setelah merealisasikan pernyataannya pada Adhyaksa News di tanggal 19 Agustus yang lalu tentang roling dan mutasi jabatan untuk pemerintahan Kabupaten Sitaro, Bupati CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM di masa pemerintahannya untuk pertama kalinya pada tanggal 12 September 2025, melantik 64 pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan pemerintahan Kabupaten Sitaro. Para pejabat yang di lantik ini di pilih dan di pilah melewati sistem aplikasi I-MUT ( Integrated Mutasi) sebuah sistem yang di bentuk oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Penggunaan aplikasi ini akan lebih menunjukan keadilan, karena setiap pejabat yang di pilih dan di percayakan akan melewati tahap aturan yang ketat dan lebih transparan.

Mengutip pernyataan Bupati Sitaro CHYNTIA INGGRID KALANGIT, SKM, "Pengangkatan pejabat melalui sistem I-MUT ini menekankan keadilan dalam menunjuk seorang pejabat yang di percayakan memangku jabatan di lingkungan pemerintahan Sitaro. Karena sistem ini melewati proses administrasi bahkan melihat kompetensi dari setiap pejabat yang akan di pilih. Tidak ada unsur diskriminasi dan mengistimewakan pejabat tertentu. Tidak ada sifat pilih-pilih kasih. Bahkan semua sistem pengangkatan pejabat yang di pilih semua terbuka di ruang publik melalui sistem I-MUT ini. Siapapun yang terpilih harus mampu menjalankan kepercayaan dan mampu berjalan seirama dengan program kepala daerah. 

Era ledakan digitalisasi birokrasi sedang terjadi di lingkungan pemerintahan Sitaro. Sang SRIKANDI sedang membuktikan kemampuan seorang kepala daerah yang benar-benar visioner dan pioner. Sitaro sedang berubah wujud dalam sistem pemerintahan yang lebih modern. Sebuah implementasi menuju modernisasi digitalisasi birokrasi sementara di kembangkan. Prestasi kerja nyata. Dan satu-satu pandangan pesimistis di tengah-tengah pro kontra pemerintahan Bupati CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM mulai gugur lewat kinerja yang menunjukan hasil positif sejak di lantik menjadi Bupati Sitaro. 

Di tanggal yang sama kabupaten Sitaro mendapatkan kado istimewa dari Kementerian Pertanian. Melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ketika berkunjung di Kota Manado memberikan bantuan Alokasi Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahun 2026 berupa:

1. Revitalisasi Tanaman Pala 2000 Ha ( Insentif bagi Petani Pala)

2. Pabrik Pengolahan Tanaman Pala

3. Hilirisasi Tanaman Pala Untuk Ekspor Langsung Dari Siau

Hadiah istimewa ini akan sangat membantu untuk mensejahterakan masyarakat Sitaro yang pada umumnya adalah petani pala. Proses perdagangan komoditi pala yang menjadi andalan dan icon masyarakat Sitaro khususnya pulau Siau akan lebih di dominasi dan di nikmati oleh masyarakat kecil yang paling bawah sekalipun. Situasi ini akan membuat ketar ketir para tengkulak yang selama ini mendominasi sistem perdagangan dalam bentuk monopoli personal.

"Lewat pemerintahan Sitaro sekarang ini, kami berharap sistem perdagangan komoditi pala sampai pada penentuan harga pala akan berpihak kepada kami masyarakat kecil. Sehingga kami benar-benar merasakan dan menikmati hasil komoditi pala yang menjadi andalan kami masyarakat Sitaro selama ini. Mari berdoa semoga Ibu CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM sebagai Bupati yang sangat kita banggakan akan memperhatikan masyarakat Sitaro lewat program-program unggulannya untuk menjadi pencetus apa yang kami idam-idamkan selama ini sebagai petani pala" ungkap Une salah satu tokoh masyarakat yang ada di Kelurahan Paniki Kecamatan Siau Barat kepada Adhyaksa News. 

"Saya percaya mulai tahun depan jika bantuan Kementerian Pertanian di wujud nyatakan lewat pemerintahan Bupati CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM masyarakat Sitaro akan mulai menikmati masa kejayaan melalui komoditi pala kembali. Kabupaten Sitaro akan lebih terkenal. Pada akhirnya kabupaten Sitaro mampu berkompetisi sehingga komoditi pala menjadi icon kebanggaan masyarakat Sitaro sampai ke tingkat internasional melalui gebrakan kepala daerah kita Sang SRIKANDI Nusa Utara, Bupati CHINTYA INGGRID KALANGIT, SKM" ujarnya menutup percakapannya dengan Adhyaksa News.

Majulah Sang SRIKANDI, Bangkitlah Sitaro

Penulis : Everly Toembio | Editor : Koni Setiadi