Senin, 15 Juni 2026

Silsilah Aceh Dan Minang : Serumpun Melayu Satu Akar Peradaban Islam Nusantara

Adhyaksanews. -- --Hubungan Aceh dan Minangkabau bukan sekadar kedekatan geografis di Pulau Sumatra, melainkan terikat kuat oleh silsilah sejarah, adat, dan peradaban Islam yang telah terbangun sejak berabad-abad silam. Keduanya dikenal sebagai wilayah yang melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa, ulama terkemuka, serta tradisi adat yang kokoh berlandaskan syariat Islam.

Secara etnografis, Aceh dan Minangkabau berasal dari rumpun Melayu tua (Proto-Melayu). Jejak ini tampak pada kesamaan bahasa, sistem sosial, serta nilai-nilai adat yang berkembang seiring masuknya Islam ke Sumatra. Sejarah mencatat, jalur pesisir barat Sumatra menjadi penghubung utama migrasi, perdagangan, dan penyebaran ilmu antara Minangkabau dan Aceh.

Minangkabau dengan pusat kekuasaan Kerajaan Pagaruyung memiliki hubungan historis dengan Kesultanan Aceh Darussalam. Pada masa kejayaan Aceh sebagai pusat perdagangan dan keilmuan Islam di Asia Tenggara, banyak ulama, saudagar, dan bangsawan Minang yang bermukim di Aceh. Sebaliknya, Aceh menjadi rujukan utama pendidikan Islam bagi masyarakat Minangkabau.

Ikatan paling kuat terlihat pada jalur ulama dan sanad keilmuan. Salah satu tokoh penghubung penting adalah Syekh Abdurrauf as-Singkili (Syiah Kuala), ulama besar Aceh yang menjadi guru bagi Syekh Burhanuddin Ulakan, tokoh sentral penyebaran Islam di Minangkabau. Dari hubungan guru–murid inilah berkembang Tarekat Syattariyah yang mengakar kuat di Sumatra Barat hingga kini.

Dalam aspek adat dan syariat, kedua daerah memiliki filosofi yang sejalan. Minangkabau berpegang pada prinsip “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, sementara Aceh mengenal ungkapan “Hukom ngon adat lagee zat ngon sifeut”, yang menegaskan bahwa adat dan hukum Islam tidak dapat dipisahkan. Meski sistem kekerabatan berbeda—Minangkabau menganut matrilineal, Aceh patrilineal—keduanya sama-sama menjunjung tinggi kehormatan perempuan dan nilai musyawarah.

Hubungan darah juga terjalin melalui perkawinan lintas daerah sejak abad ke-15. Tak sedikit keluarga Aceh yang memiliki leluhur Minangkabau, begitu pula sebaliknya. Fakta ini menegaskan bahwa Aceh dan Minangkabau adalah saudara serumpun yang tumbuh menjadi dua kekuatan besar dalam sejarah Nusantara.

Dengan akar Melayu yang sama, disatukan oleh Islam, adat, dan perjuangan, Aceh dan Minangkabau bukan hanya bertetangga, melainkan satu keluarga besar dalam peradaban Indonesia.(*) 

| Editor : Koni Setiadi