Adhyaksanews. -- -- *Manggar, Belitung Timur* -Tiga jurnalis mengalami penganiayaan fisik setelah memenuhi panggilan klarifikasi dri Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Gunung Durin, Cahyono, di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (17/7). Kejadian tersebut bermula dari pemberitaan sebelumnya mengenai kawasan hutan lindung di Tanjung Batu Burok, Desa Mengkubang.
Menurut keterangan Lendra Agus Setiawan, salah satu korban, ia bersama dua rekannya, Herlambang dan Jasman, menerima telepon dari Cahyono pada Kamis pagi. Mereka diminta bertemu untuk klarifikasi terkait pemberitaan yang telah tayang. Ketiganya brangkat ke Manggar sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan mobil dan tiba satu jam kemudian.

Pertemuan dilakukan di Kedai Kopi 1001. Setelah diskusi, Cahyono mngajak mereka meninjau langsung lokasi yang diduga sebagai kawsan hutan lindung di Tanjung Batu Burok, Kecamatan Damar. Di sana, Cahyono menggunakan ponselnya untk memverifikasi koordinat. Hasilnya, titik pertama berada di luar kawasan hutan, sedangkan titik kedua masuk dalam area hutan. Cahyono pun mengakui bahwa lokasi tersebut memang termasuk kawasan hutan lindung.

Usai peninjauan, ketiga jurnalis berjalan sekitar 300 meter menuju mobil yang diparkir. Namun, tiba-tiba mreka dihadang sekitar 30 orang. "Kami langsung mendapat intimidasi, kemudian diserang secara fisik," ujar Lendra.
Penulis : Pipit | Editor : Tya