Senin, 15 Juni 2026

Suasana Haru Iringi Pelepasan Irjen Pol Hendro Pandowo: "Babel Adalah Kampung Halaman Saya

Adhyaksanews. -- --Bangka Belitung,Adhyaksanews.com // Suasana haru dan tangis mewarnai pelepasan Irjen Pol Hendro Pandowo beserta istri, Ny. Novi Hendro Pandowo, di Mapolda Bangka Belitung, Jumat (31/10/2025). Sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat ini resmi berpamitan dari jabatannya sebagai Kapolda Bangka Belitung usai upacara serah terima pataka dengan Irjen Pol Viktor T. Sihombing.02 Nopember 2025

Seluruh Pejabat Utama dan personel Polda Babel tampak berbaris rapi, mengiringi kepergian sang Jenderal Bintang Dua Polri ini. Tak hanya itu, masyarakat dari berbagai kalangan turut hadir, melepas "Jenderal Pencuri Hati Masyarakat" Bangka Belitung ini.

Mulai dari anak-anak yatim, tukang parkir, pengemudi ojek online, mahasiswa, hingga pedagang yang sering berinteraksi dengan Irjen Pol Hendro, semua hadir. Sang Jenderal pun tak canggung memberikan pelukan hangat kepada semua, termasuk anak-anak yatim, sahabat ngopi, dan mahasiswa.

Panas yang kemudian berubah menjadi rintik hujan seolah turut melepas kepergian Sang Jenderal yang dikenal murah senyum ini.

Hal yang menarik perhatian adalah kesederhanaan Sang Jenderal dan istri saat meninggalkan Mapolda dengan mobil pickup kesayangan bertuliskan "I Love You Full Bangka Belitung," yang sering digunakan untuk patroli.

Dengan suara bergetar, ia menyebutkan bahwa Bangka Belitung bukan sekadar tempat bertugas, melainkan sudah menjadi bagian dari hidupnya. "Bangka Belitung tidak hanya saya anggap sebagai rumah kedua, tapi adalah kampung halaman saya," ungkapnya.

Bagi Hendro, selama di Bangka Belitung, ia menemukan kehangatan dan semangat kekeluargaan. "Saya mohon pamit dan undur diri. Salam hangat buat masyarakat Bangka Belitung. Semoga Bangka Belitung semakin sejahtera," sebutnya.

Selama memimpin Polda Bangka Belitung, Jenderal lulusan Akpol 1991 ini dikenal sangat dekat dengan masyarakat. Meski berpangkat bintang dua, ia tak segan turun langsung, berjumpa, dan berbincang dengan semua kalangan. Gaya santai dengan kaos putih dan celana hitam panjang menjadi ciri khasnya.

Masyarakat yang melepas kepergian Irjen Pol Hendro Pandowo mengaku sangat sedih dan kehilangan. Mereka mengapresiasi dedikasi serta keteladanan sang Jenderal yang sangat dicintai masyarakat Bangka Belitung.

"Kami sangat merasa kehilangan sosok sang Jenderal. Beliau bukan hanya sebagai Kapolda, tapi sudah seperti sahabat, Bapak, bahkan keluarga bagi kami," ucap perwakilan masyarakat dengan mata berkaca-kaca.

Gerbang Mapolda dan rintik hujan menjadi saksi bisu akhir perjalanan panjang sang Jenderal di Negeri Serumpun Sebalai.

Perwarta:ags

| Editor : Koni Setiadi